Archive for May, 2009

Nama Danau Terpanjang Direvisi

Saturday, May 30th, 2009

Warga di sekitar danau, yang namanya ternyata salah eja, akhirnya akan dapat bernapas lega karena salah ejaan dalam pemberian nama Danau Chargoggagoggmanchauggagoggchaubunagungamaugg di Webster, Massachusetts, AS akan direvisi setelah bertahun-tahun warga setempat menyampaikan keluhan.

Nama danau di Route 12 di dekat Oxford dan Route 193 di dekat Thompson kini akan diubah setelah satu keputusan dengan suara bulat dari dewan direktur Webster-Dudley-Oxford Chamber of Commerce. Demikian laporan telegram.com.

Ada sebanyak dua lusin variasi ejaan buat Danau Chargoggagoggmanchauggagoggchaubunagungamaugg, tapi tak satu pun dilaporkan memiliki kesamaan dengan yang digunakan pada tanda jalan.

Ada pernyataan bahwa nama dengan 45 kata yang paling umum digunakannama tempat paling panjang di ASternyata memiliki ejaan yang salah dengan satu “o” dan bukan “u” pada huruf ke-20 dan satu huruf “h” bukan “n” pada huruf ke-38.

Wakil negara bagian, Paul J Kujawski, mengatakan, “Kami dapat menghubungi orang yang terlibat di dalamnya dan melihat apa yang dapat kami lakukan.”

Lahir Anak Sapi Hitam Berkaki Tujuh

Seekor sapi di Colorado, AS, melahirkan anak berkaki tujuh. The Steamboat Pilot & Today of Steamboat Springs melaporkan, sebuah rumah sakit hewan membantu kelahiran anak sapi hitam berkaki tujuh itu, Kamis (21/5).

Staf di Steamboat Veterinary Hospital mengatakan, sapi berjenis Black Angus itu terlahir melalui operasi caesar. Sapi aneh ini juga memiliki dua tulang punggung, tetapi satu kepala. Salah satu kakinya memiliki dua kuku.

Namun, anak sapi itu hanya bertahan 10 menit. Nyawanya tak tertolong. Dokter hewan Lee Meyring mengatakan, kelahiran ini disebabkan pemisahan embrio kembar yang belum tuntas. Lee mengaku, sebelumnya ada anak sapi berkaki lima dan baru kali ini ia menyaksikan anak sapi berkaki tujuh.

sumber kompas.com

Mengecoh Monyet

Thursday, May 28th, 2009

Abu Nawas sedang berjalan-jalan santai. Ada kerumunan masa. Abu Nawas bertanya kepada seorang kawan yang kebetulan berjumpa di tengah jalan.
“Ada kerumunan apa di sana?” tanya Abu Nawas.
“Pertunjukkan keliling yang melibatkan monyet ajaib.”
“Apa maksudmu dengan monyet ajaib?” kata Abu Nawas ingin tahu.
“Monyet yang bisa mengerti bahasa manusia, dan yang lebih menakjubkan adalah monyet itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja.” kata kawan Abu Nawas menambahkan.
Abu Nawas makin tertarik. la tidak tahan untuk menyaksikan kecerdikan dan keajaiban binatang raksasa itu. Kini Abu Nawas sudah berada di tengah kerumunan para penonton. Karena begitu banyak penonton yang menyaksikan pertunjukkan itu, sang pemilik monyet dengan bangga menawarkan hadiah yang cukup besar bagi siapa saja
yang sanggup membuat monyet itu mengangguk-angguk.Tidak heran bila banyak diantara para penonton mencoba maju satu persatu. Mereka berupaya dengan beragam cara untuk membuat monyet itu mengangguk-angguk, tetapi sia-sia. Monyet itu tetap menggeleng-gelengkan kepala.
Melihat kegigihan monyet itu Abu Nawas semakin penasaran. Hingga ia maju untuk mencoba. Setelah berhadapan dengan binatang itu Abu Nawas bertanya,
“Tahukah engkau siapa aku?” Monyet itu menggeleng.
“Apakah engkau tidak takut kepadaku?” tanya Abu Nawas lagi. Namun monyet itu tetap menggeleng.
“Apakah engkau takut kepada tuanmu?” tanya Abu Nawas memancing. Monyet itu mulai ragu.
“Bila engkau tetap diam maka akan aku laporkan kepada tuanmu.” lanjut Abu Nawas mulai mengancam. Akhirnya monyet itu terpaksa mengangguk-angguk.
Atas keberhasilan Abu Nawas membuat monyet itu mengangguk-angguk maka ia mendapat hadiah berupa uang yang banyak. Bukan main marah pemilik monyet itu hingga ia memukuli binatang yang malang itu. Pemilik monyet itu malu
bukan kepalang. Hari berikutnya ia ingin menebus kekalahannya. Kali ini ia melatih monyetnya mengangguk-angguk.
Bahkan ia mengancam akan menghukum berat monyetnya bila sampai bisa dipancing penonton mengangguk-angguk terutama oleh Abu Nawas. Tak peduli apapun pertanyaan yang diajukan.

Saat-saat yang dinantikan tiba. Kini para penonton yang ingin mencoba, harus sanggup membuat monyet itu menggeleng-gelengkan kepala. Maka seperti hari sebelumnya, banyak para penonton tidak sanggup memaksa monyet itu menggeleng-gelengkan kepala. Setelah tidak ada lagi yang ingin mencobanya, Abu Nawas maju. la mengulang pertanyaan yang sama.
“Tahukah engkau siapa daku?” Monyet itu mengangguk.
“Apakah engkau tidak takut kepadaku?” Monyet itu tetap mengangguk.
“Apakah engkau tidak takut kepada tuanmu?” pancing Abu Nawas. Monyet itu tetap mengangguk karena binatang itu lebih takut terhadap ancaman tuannya daripada Abu Nawas.
Akhirnya Abu Nawas mengeluarkan bungkusan kecil berisi balsam panas.
“Tahukah engkau apa guna balsam ini?” Monyet itu tetap mengangguk .
“Baiklah, bolehkah kugosok selangkangmu dengan balsam?” Monyet itu mengangguk.
Lalu Abu Nawas menggosok selangkang binatang itu. Tentu saja monyet itu merasa agak kepanasan dan mulai-panik.
Kemudian Abu Nawas mengeluarkan bungkusan yang cukup besar. Bungkusan itu juga berisi balsam.
“Maukah engkau bila balsam ini kuhabiskan untuk menggosok selangkangmu?”
Abu Nawas mulai mengancam. Monyet itu mulai ketakutan. Dan rupanya ia lupa ancaman tuannya sehingga ia terpaksa menggeleng-gelengkan kepala sambil mundur beberapa langkah.

Abu Nawas dengan kecerdikan dan akalnya yang licin mampu memenangkan sayembara meruntuhkan kegigihan monyet yang dianggap cerdik.Ah, jangankan seekor monyet, manusia paling pandai saja bisa dikecoh Abu Nawas!

Botol Ajaib

Wednesday, May 27th, 2009

Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana .Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman.
“Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.

Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung bagaimana cara membuktikan bahwa yang ditangkap itu memang benar-benar angin.Karena angin tidak bisa dilihat. Tidak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat.

Sedangkan angin tidak. Baginda hanya memberi Abu Nawas waktu tidak lebih dari tiga hari. Abu Nawas pulang  membawa pekerjaan rumah dari Baginda Raja. Namun Abu Nawas tidak begitu sedih. Karena berpikir sudah merupakan bagian dari hidupnya, bahkan merupakan suatu kebutuhan. la yakin bahwa dengan berpikir akan terbentang jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Dan dengan berpikir pula ia yakin bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan terutama orang-orang miskin. Karena tidak jarang Abu Nawas menggondol sepundi penuh uang emas hadiah dari Baginda Raja atas kecerdikannya. Tetapi sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. Sedangkan besok adalah hari

terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa. Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekejap. Mungkin sudah takdir, kayaknya kali ini Abu Nawas harus menjalani hukuman karena gagal melaksanakan perintah Baginda. la berjalan gontai menuju istana. Di sela-sela kepasrahannya kepada takdir ia ingat sesuatu, yaitu Aladin dan lampu wasiatnya.
“Bukankah jin itu tidak terlihat?” Abu Nawas bertanya kepada diri sendiri. la berjingkrak girang dan segera berlari pulang. Sesampai di rumah ia secepat mungkin menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju istana. Di pintu
gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal karena Baginda sedang menunggu kehadirannya. Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas.

“Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?”
“Sudah Paduka yang mulia.” jawab Abu Nawas dengan muka berseri-seri sambil  mengeluarkan botol yang sudah disumbat. Kemudian Abu Nawas menyerahkan botol itu. Baginda menimang-nimang botol itu.
“Mana angin itu, hai Abu Nawas?” tanya Baginda.
“Di dalam, Tuanku yang mulia.” jawab Abu Nawas penuh takzim.
“Aku tak melihat apa-apa.” kata Baginda Raja.
“Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, tetapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu.” kata Abu Nawas menjelaskan. Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut   yang begitu menyengat hidung.

“Bau apa ini, hai Abu Nawas?!” tanya Baginda marah.

“Ampun Tuanku yang mulia, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar maka hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol.” kata Abu Nawas
ketakutan.
Tetapi Baginda tidak jadi marah karena penjelasan Abu Nawas memang masuk akal. Dan untuk kesekian kali Abu Nawas selamat.

foreign exchange market

Friday, May 22nd, 2009

In this section, we’ll take a look at some of the benefits and risks associated with the forex market. We’ll also discuss how it differs from the equity market in order to get a greater understanding of how the forex market works.
The Good and the Bad
We already have mentioned that factors such as the size, volatility and global structure of the foreign exchange market have all contributed to its rapid success. Given the highly liquid nature of this market, investors are able to place extremely large trades without affecting any given exchange rate. These large positions are made available to forex traders because of the low margin requirements used by the majority of the industry’s brokers. For example, it is possible for a trader to control a position of US$100,000 by putting down as little as US$1,000 up front and borrowing the remainder from his or her forex broker. This amount of leverage acts as a double-edged sword because investors can realize large gains when rates make a small favorable change, but they also run the risk of a massive loss when the rates move against them. Despite the foreign exchange risks, the amount of leverage available in the forex market is what makes it attractive for many speculators.

The currency market is also the only market that is truly open 24 hours a day with decent liquidity throughout the day. For traders who may have a day job or just a busy schedule, it is an optimal market to trade in. As you can see from the chart below, the major trading hubs are spread throughout many different time zones, eliminating the need to wait for an opening or closing bell. As the U.S. trading closes, other markets in the East are opening, making it possible to trade at any time during the day.

Time Zone Time (ET)
Tokyo Open 7:00 pm
Tokyo Close 4:00 am
London Open 3:00 am
London Close 12:00 pm
New York Open 8:00 am
New York Close 5:00 pm

While the forex market may offer more excitement to the investor, the risks are also higher in comparison to trading equities. The ultra-high leverage of the forex market means that huge gains can quickly turn to damaging losses and can wipe out the majority of your account in a matter of minutes. This is important for all new traders to understand, because in the forex market – due to the large amount of money involved and the number of players – traders will react quickly to information released into the market, leading to sharp moves in the price of the currency pair.

Though currencies don’t tend to move as sharply as equities on a percentage basis (where a company’s stock can lose a large portion of its value in a matter of minutes after a bad announcement), it is the leverage in the spot market that creates the volatility. For example, if you are using 100:1 leverage on $1,000 invested, you control $100,000 in capital. If you put $100,000 into a currency and the currency’s price moves 1% against you, the value of the capital will have decreased to $99,000 – a loss of $1,000, or all of your invested capital, representing a 100% loss. In the equities market, most traders do not use leverage, therefore a 1% loss in the stock’s value on a $1,000 investment, would only mean a loss of $10. Therefore, it is important to take into account the risks involved in the forex market before diving in.

Future Detector (Sisi Lain Membangun Kerajaan Blog)

Friday, May 22nd, 2009

Future Detector, merupakan metode rahasia bagaimana cara memanfaatkan sebuah tehnologi super canggih yang bisa menjawab semua itu. Sebab, dengan memanfaatkan Tehnologi Super Canggih ini, Anda tidak perlu repot-repot lagi menggali ini dan itu, mencoba berbagai usaha yang berujung kejenuhan dan patah semangat.

Dengan mengetahui pemanfaatan Future Detector The Hitech Inside You, berbagai cara untuk mem-bypass setiap usaha yang Anda lakukan benar-benar bisa Anda buktikan sendiri, sebab setelah Anda trampil memanfaatkan Future Detector The Hitech Inside You, sebagai gambaran kecil manfaat yang bisa Anda peroleh adalah:

  1. Mengetahui prosentase tingkat keberhasilan sebuah usaha yang akan dilakukan.
  2. Mengetahui secara pasti, seberapa besar peluang sebuah usaha yang Anda minati.
  3. Cara cepat mengkalkulasi tingkat ketertarikan target pasar yang Anda bidik, bahkan sebelum Anda mengeluarkan biaya ekstra untuk sekedar beruji coba.
  4. Mengetahui secara akurat, tingkat persaingan yang terjadi dengan presisi 100%.
  5. Bagaimana melipatgandakan daya persuasif berbagai sarana pemasaran yang Anda pakai, baik melalui internet, televisi, radio, mass media maupun negosiasi langsung.
  6. Bagaimana merubah seketika, penolakan menjadi penerimaan tanpa harus memaksakan kehendak.
  7. Dan masih banyak manfaat yang akan Anda buktikan setelah benar-benar tahu cara manfaatkan Future Detector The Hitech Inside You.

Untuk lebih silahkan baca langsung bukunya di http://futuredetector.com .

semoga bermanfaat

Cirine Wong Soko Entute

Monday, May 18th, 2009

1) Wong sing ORA JUJUR : Wong sing nek  ngentut terus nyalahke wong liya.
2) Wong GOBLOG : Wong sing ngempet ngentut  sampai jam-jam an.
3) Wong sing JEMBAR WAWASANE : Wong sing  ngerti kapan kudu ngentut.
4) Wong sing SENGSARA : Wong sing pengin  banget ngentut ning ora isa ngentut.
5) Wong sing MISTERIUS : Wong sing nek ngentut  ora konangan wong liyane.
6) Wong sing GUGUPAN : Wong sing ujug-ujug  nyetop entute nek pas lagi ngentut.
7) Wong sing PERCAYA DIRI (PD) : Wong sing  ngira nek entute dhewe ambune mesti wangi.
8)Cool Wong sing KEJEM (SADIS) : Wong sing nek  ngentut terus dikibaske nyang kancane.
9) Wong sing ISINAN : Wong sing nek ngentut  terus kisinan dhewe.
10)Wong sing STRATEGIS : Wong sing nek  ngentut neng ngarepe wong liya isa karo  nylamurke entute nganti wong liyane mau ora kepikiran maneh.
11)Wong sing BODHO : Wong sing nek bar  ngentut terus ambegan sak puas-puase (jero-jero),  kanggo ngganti entute sing wis kadhung metu.
12)Wong sing GEMI : Wong sing nek ngentut  metune diatur sethithik-sethithik.
13)Wong sing SOMBONG : Wong sing seneng  ngambu entute dhewe.
14)Wong sing RAMAH : Wong sing seneng  ngambu entute wong liya.
15)Wong sing ORA RAMAH : Wong sing nek  ngentut malah mendhelik lan ngamuk-ngamuk.
16)Wong sing KEKANAK-KANAKAN : Wong sing  senenge ngentut ing jero banyu ben isa ngematke  unine blekuthuk-blekuthuk.
17)Wong sing ATLETIS : Wong sing nek ngentut
karo ngeden.
18)Wong JUJUR : Wong sing ngakoni nek dheweke bar ngentut.
19)Wong PINTER : Wong sing iso niteni ambune entut wong liyane.
20)Wong SIAL : Wong sing dientuti terus karo wong liya.
21)Wong sing KURANG KONTROL DIRI : Wong sing nek ngentut mesthi katutan ampase.
22)Wong sing ORA IKHLAS : Ora gelem ngambu entute dewe, Ning nek ana wong liya sing ngambu muring- muring.
23)Wong sing GEMI :Wong sing menawa ngentut metune swara entut di endhat- endhat dadi ping 7.
24)Wong sing SOK AMAL : Wong sing menawa ngentut, metune di brolke, sak ampase.
25)Wong RA NGGENAH : Angger ngentut silite ditempeli terompet, ben sangsaya banter swarane.
26)Wong RA UMUM : Yen ngentut dilagokake kaya tembangan.
27)Wong PENSIUNAN PRAJURIT : Yen ngentut  dipenggak-penggak, kareben swarane kadya unining bedil.
28)Wong RA SABARAN : Wis ngueden methuthut ra muni entute malah brole sing metu.
29)Wong SOLO/YOGYA (mohon maaf) : Entute aluuun banget, dawa lan sajak ndandang gulo.
30)Wong RADUWE GAWEAN : Ndiskusekke soalnentut (kayata sing maca).
31)Wong GENDHENG: Wong sing ngamati ciri-cirine wong liya saka carane ngentut!!

di kutip dari berbagai sumber

Melihat Karakter Seseorang dari Cara Ngupil

Sunday, May 17th, 2009

1.Orang yang taat beragama, Berdoa dulu sebelum ngupil

2. Orang yang tidak berpendidikan, Menggunakan jari orang lain untuk ngupil.

3. Orang yang suka ganti suasana, Selalu menggunakan jari yang berbeda tiap kali ngupil

4. Orang yang menganggap waktu adalah uang, Kalo ngupil, 2 lobang sekaligus (Sekali mendayung, 2 pulau terlampaui)

5. Orang yang perfeksionis, Kalo mau ngupil ia mencuci tangannya sampai bersih. Setelah ngupil, tangannya dicuci lagi, dan hidungnya dikompres dengan alkohol, untuk mencegah terjadinya infeksi karena saat ngupil, bisa saja jari tangan melukai hidung

6. Orang yang berlibido tinggi, Saat ngupil, jarinya di masukkan dan dikeluarkan dan dimasukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan dan dimasukkan dan dikeluarkan sampai keluar lendir.

7. Orang yang tidak berpendidikan tapi punya sopan santun, Menggunakan jari orang lain untuk ngupil, dan mengucapkan terima kasih setelah selesai.

8. Orang yang inovatif, Menggunakan jari kaki untuk ngupil

9. Orang berjiwa samurai, Saat ngupil, jari dimasukkan ke hidung, ditarik ke atas, diturunkan kebawah,tarik ke kiri kemudian tarik ke kanan.

10. Orang yang suka petualangan, Selalu mencoba untuk meraih celah yang tak pernah diraih tiap kali ngupil.

11. Orang yang mempunyai time-management yang tinggi, Ada jadwal tuk ngupil per minggu, dan selang waktu untuk ngupil tiap kali ngupil

12. Orang yang bagaikan punguk merindukan bulan, Mencoba untuk melompat lompat, dan mengharapkan upilnya akan turun dengan sendirinya.

13. Orang yang punya kecenderungan “Psychopath” , Hanya akan berhenti ngupil setelah hidungnya berdarah.

14. Orang yang nggak tahan digelitik, Sambil ngupil, sambil tertawa.

15. Orang yang mengikuti perkembangan teknologi, Ngupil dengan memakai antenna handphone.

16. Orang yang nggak mau menghabiskan waktu untuk melakukan hal sia-sia, Membuka lebar hidungnya dan menyuruh orang lain untuk mengintip apakah ada upil di dalam, karena nggak mau sia-sia masukin jari ke hidung tapi ternyata nggak ada upil.

17. Orang yang berjiwa oriental, Menggunakan sumpit untuk ngupil

18. Orang yang pilih kasih, Hanya ngupil lobang hidung sebelah kiri, sedangkan yang kanan dibiarkan begitu saja.

19. Orang yang adil, arif dan bijaksana, Kalo upil dari lobang hidung sebelah kiri lebih banyak dibanding upil dari hidung sebelah kanan, maka dia akan masukkan sedikit upil dari lobang hidung sebelah kiri kedalam lobang hidung sebelah kanan, baru mulai ngupil lagi

20. Orang yang plin plan, alias baru makan buah simalakama, Ngupil salah, nggak ngupil salah, ngupil salah, nggak ngupil salah

21. Orang yang latah, Saat kuku tangan tanpa sengaja melukai hidung, maka dia akan berteriak “EH MAMA KU UPIL EH UPIL KU MAMA”

22. Orang yang pelupa, Saat jari tangan sudah di dalam hidung, sesaat dia lupa apa yang ingin dia lakukan dengan memasukkan jari ke hidung.

23. Orang yang ceroboh, Orang yang setelah selesai ngupil lobang hidung sebelah kiri, kemudian lupa untuk ngupil lobang hidung sebelah kanan.

24. Orang yang punya kecenderungan “Copy Cat”, Setelah ngupil, dia akan berkata; “Ngupil? Siapa takut…”


dikutip dari berbagai sumber

Install Wordpress Manual

Saturday, May 16th, 2009

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang cara membuat website gratis .Sekarang bagaimana cara install wordpress. Berhubung kalo di hosting gratisan fantasticonya biasanya g jadi, maka harus kerja dikit yaitu install manual.

1. Download wordpress

Download file wordpress di sini. LAlu ekstrak file.

2.Download ftp
Sebelum dimulai silahkan Download ftp bisa pake file zila download di sini atau Smart FTP yang bisa di download di sini. setelah download lalu install ftp kemudian jalankan ftp isikan ftp, user dan password sesuai hosting anda. Caranya masuk ke hosting anda klik member area trs login klik control panel lalu klik View ftp detail.
ftp

kemudian masukkan host username dan password sesuai dengan ftp detail anda.

3. Upload file

setelah ftp konek klik public_html lalu upload file wordpress yg sudah di download. buka file wordpress lalu upload satu2 aja biar lancar file wp- admin , wp-include, wp-conten dsb.

4. Edit config
Nah selanjutnya adalah edit file config. Sebelum edit silahkan anda masuk ke control panel hosting lalu klik MySQL lalu create databese atau buatlah database baru. Kembali ke wordpress. di dalam file wordpress ada file wp-config-sample nah buka file tsb dengan notpad atau dreamwaver atau apalah sesuka anda. ubah tulisan :

define(’DB_NAME’, ‘namadbandadisini’);

/** Nama pengguna basis data MySQL */
define(’DB_USER’, ‘namapenggunadisini’);

/** Kata sandi basis data MySQL */
define(’DB_PASSWORD’, ‘katasandiandadisini’);

/** Nama host MySQL */
define(’DB_HOST’, ‘localhost’);

isi db_name, db_user, db_pasword, dan db_host sesuai dengan SQL yang anda buat tadi. kemudian Save as diganti namanya menjadi config, lalu upload ke public_html

5. Install Wordpress
Setalah cara di atas selese silahkan masuk ke browsing anda lalu ketik http://domainanda.co.cc/install.php, Selanjutnya ikuti petunjuk dan Selamat !!! kini anda sudah memiliki website. Jangan lupa ganti password di user/setting. oke selamat mencoba kalo kurang jelas boleh tanya di kolom komentar dan akan saya jawab sebisanya. Good luck ……

Membuat Website Gratis

Friday, May 15th, 2009

Sekedar berbagi pengalaman buat para nubie kaya aku. Kita bisa membuat website dengan mudah hanya dengan beberapa langkah saja. Alat yang di butuhkan adalah :

1. komputer/ laptop tentunya

2. koneksi internet yang lancar hehe

3. kopi biar ga ngantuk

4. camilan biar ga laper

Ok deh dari pada ngelantur sekarang kita mulai belajar membuat website sendiri dengan domain dan hosting geratisan:

1. Membuat domain


Pertama kita buat domain dulu di domain gratisan aja di http://www.co.cc setelah masuk ke www.co.cc pilih domain yang kamu inginkan terus klik ceck availability misalkan domainanda co.cc

untitled

setelah di cek available lalu klik create an account now

hmm2

Ok sekarang sudah sukses membuat domain

2. Daftar hosting

Berikutnya adalah daftar hosting. Kita bisa daftar ke hosting gratisan aja seperti http://www.000webhost.com atau  http://byethost.com.

Ok sekarang saya kasih contoh kita daftar ke http://www.000webhost.com setelah masuk ke link lalu  klik signup, kemudian isikan your domain dengan domain yang baru anda bikin misal domain anda.co.cc. Kemudian isi form yang ada jangan lupa j centang I agree lalu click create my account. Nah hosting sudah jadi

3. Mengarahkan domain ke hosting

Sekarang anda telah mempunyai domain dan hosting.  Selanjutnya kita kembali ke www.co.cc lalu login, setelah login klik manage domain lalu klik nama domainanda contohnya seperti di bawah pake domain saya :
untitled1

Setelah itu anda akan masuk ke seeting DNS isikan dengan ns01.000webhost.com dan ns02.000webhost.com seperti gambar di bawah ini

yes

Yah …akhirnya anda sudah punya domain hosting dan biasanya domain don hosting tersebut di approve 2 sampai 36 jam, jadi sabar ya…..SEkarang tinggal install Wordpress nya tapi bentar dulu nanti malam kita lanjutkan sekarang aku mau makan dulu laper neh .

Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi

Friday, May 15th, 2009

Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar murid-muridnya. Ada dua orang tamu datang ke rumahnya. Yang seorang adalah wanita tua penjual kahwa, sedang satunya lagi adalah seorang pemuda berkebangsaan Mesir.Wanita tua itu berkata beberapa patah kata kemudian diteruskan dengan si pemuda Mesir. Setelah mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas menyuruh murid-muridnya menutup kitab mereka.

“Sekarang pulanglah kalian. Ajak teman-teman kalian datang kepadaku pada malam hari ini sambil membawa cangkul, penggali, kapak dan martil serta batu.”

Murid-murid Abu Nawas merasa heran, namun mereka begitu patuh kepada Abu Nawas. Dan mereka merasa yakin gurunya selalu berada membuat kejutan dan berada di pihak yang benar. Pada malam harimya mereka datang ke rumah Abu Nawas dengan membawa peralatan yang diminta oleh Abu Nawas.

Berkata Abu Nawas,”Hai kalian semua! Pergilah malam hari ini untuk merusak Tuan Kadi yang baru jadi.”

“Hah? Merusak rumah Tuan Kadi?” gumam semua muridnya keheranan

“Apa? Kalian jangan ragu. Laksanakan saja perintah gurumu ini!” kata Abu Nawas menghapus keraguan murid-muridnya. Barangsiapa yang mencegahmu, jangan kau perdulikan, terus pecahkan saja rumah Tuan Kadi yang baru. Siapa yang bertanya, katakan saja aku yang menyuruh merusak. Barangsiapa yang hendak melempar kalian, maka pukullah mereka dan iemparilah dengan batu.”

Habis berkata demikian, murid-murid Abu Nawas bergerak ke arah Tuan Kadi. Laksana demonstran mereka berteriak-teriak menghancurkan rumah Tuan Kadi. Orang-orang kampung merasa heran melihat kelakukan mereka. Lebih-lebih ketikatanpa basa-basi lagi mereka iangsung merusak rumah Tua Kadi. Orang-orang kampung itu berusaha mencegah perbuatan mereka, namun karena jumlah murid-murid Abu Nawas terlalu banyak maka orang-orang kampung tak berani mencegah. Melihat banyak orang merusak rumahnya, Tuan Kadi segera keluar dan bertanya:

,”Siapa yang menyuruh kalian merusak rumahku?”

Murid-murid itu menjawab,”Guru kami Tuan Abu Nawas yang menyuruh kami!”

Habis menjawab begitu mereka bukannya berhenti malah terus menghancurkan rumah Tuan Kadi hingga rumah itu roboh dan rata dengan tanah. Tuan Kadi hanya bisa marah-marah karena tidak orang yang berani membelanya

“Dasar Abu Nawas provokator, orang gila! Besok pagi aku akan melaporkannya kepada Baginda.”
Benar, esok harinya Tuan Kadi mengadukan kejadian semalam sehingga Abu Nawas dipanggil menghadap Baginda. Setelah Abu Nawas menghadap Baginda, ia ditanya.

“Hai Abu Nawas apa sebabnya kau merusak rumah Kadi itu”

Abu Nawas menjawab,”Wahai Tuanku, sebabnya ialah pada sliatu malam hamba bermimpi, bahwasanya Tuan Kadi menyuruh hamba merusak rumahnya. Sebab rumah itu tidak cocok baginya, ia menginginkan rumah yang lebih bagus lagi.Ya, karena mimpi itu maka hamba merusak rumah Tuan Kadi.”

Baginda berkata,” Hai Abu Nawas, bolehkah hanya karena mimpi sebuah perintah dilakukan? Hukum dari negeri mana yang kau pakai itu?”

Dengan tenang Abu Nawas menjawab,”Hamba juga memakai hukum Tuan Kadi yang baru ini Tuanku.”

Mendengar perkataan Abu Nawas seketika wajah Tuan Kadi menjadi pucat. laterdiam seribu bahasa.

“Hai Kadi benarkah kau mempunyai hukum seperti itu?” tanya Baginda.

Tapi Tuan Kadi tiada menjawab, wajahnya nampak pucat, tubuhnya gemetaran karena takut.

“Abu Nawas! Jangan membuatku pusing! Jelaskan kenapa ada peristiwa seperti ini !” perintah Baginda.

“Baiklah …… “Abu Nawas tetap tenang. “Baginda…. beberapa hari yang lalu ada seorang pemuda Mesir datang ke negeri Baghdad ini untuk berdagang sambil membawa harta yang banyak sekali. Pada suatu malam ia bermimpi kawin dengan anak Tuan Kadi dengan mahar (mas kawin) sekian banyak. Ini hanya mimpi Baginda. Tetapi Tuan Kadi yang mendengar kabar itu langsung mendatangi si pemuda Mesir dan meminta mahar anaknya. Tentu saja pemuda Mesir itu tak mau membayar mahar hanya karena mimpi. Nah, di sinilah
terlihat arogansi Tuan Kadi, ia ternyata merampas semua harta benda milik pemuda Mesir sehingga pemuda itu menjadi seorang pengemis gelandangan dana khirnya ditolong oleh wanita tua penjual kahwa.”

Baginda terkejut mendengar penuturan Abu Nawas, tapi masih belum percaya seratus persen, maka ia memerintahkan Abu Nawas agar memanggil si pemuda Mesir. Pemuda Mesir itu memang sengaja disuruh Abu Nawas menunggu di depan istana, jadi mudah saja bagi Abu Nawas memanggil pemuda itu kehadapan Baginda.

Berkata Baginda Raja,”Hai anak Mesir ceritakanlah hal-ihwal dirimu sejak engkau datang ke negeri ini.”

Ternyata cerita pemuda Mesir itu sama dengan cerita Abu Nawas. Bahkan pemuda itu juga membawa saksi yaitu Pak Tua pemilik tempat kost dia menginap.

“Kurang ajar! Ternyata aku telah mengangkat seorang Kadi yang bejad moralnya.”

Baginda sangat murka. Kadi yang baru itu dipecat dan seluruh harta bendanya di rampas dan diberikan kepada si pemuda Mesir. Setelah perkara selesai, kembalilah si pemuda Mesir itu dengan Abu Nawas pulang ke rumahnya. Pemuda Mesir itu hendak membalas kebaikan Abu Nawas.

Berkata Abu Nawas,”Janganlah engkau memberiku barang sesuatupun kepadaku. Aku tidak akan menerimanya sedikitpun jua.”
Pemuda Mesir itu betul-betul mengagumi Abu Nawas. Ketika ia kembali ke negeri Mesir ia menceritakan tentang kehebatan Abu Nawas itu kepada penduduk Mesir sehingga nama Abu Nawas menjadi sangat terkenal.















images

Powered by  MyPagerank.Net