Archive for the ‘Entertainment’ Category

Manohara Akhirnya kembali

Tuesday, June 2nd, 2009

Akhirnya perjuangan  ibunda Manohara, Daisy Fajarina membuahkan hasil. Manohara Odelia Pinot berhasil pulang ke Tanah Air pada 31 Mei 2009.
“Pembebasan” model Manohara Odelia Pinot dari lingkungan Kerajaan Kelantan, Malaysia, tak lepas dari peran serta kerja sama pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura dan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Singapura. Atas peran merekalah, istri putra Raja Kelantan Tengku Muhammad Fahkry itu bisa kembali bertemu ibunya, Daisy Fajarina, dan kembali ke Indonesia, pada Minggu (31/5) pagi.

“Karena Manohara memiliki dua kewarganegaraan, maka kami bekerja sama dengan embassy (Kedubes) AS untuk membebaskannya,” kata staf KBRI di Singapura, Fahmi, yang turut mengantar Manohara ke Indonesia, Senin.

Ia mengatakan, awalnya KBRI mendapat informasi dari diplomat AS tentang warga Indonesia yang mendapatkan kesulitan. Diplomat kedua negara pun berupaya melarikan Manohara dari hotel tempat ia menginap.

Awalnya, Kedubes AS menginginkan Manohara pulang ke AS. Namun, karena paspor Manohara hilang, dan Kedubes AS tidak bisa mengeluarkan paspor dalam waktu cepat, maka Manohara dipulangkan ke daerah asal ibunya, Indonesia. “Kejadian itu pukul 2 hingga 4 dini hari. Karena pelayanan kami 24 jam, maka kita bergerak cepat, dan putuskan Manohara ke Indonesia,” kata dia.

“Pelarian” Manohara, kata dia lagi, harus dilakukan secepat mungkin, menghindari hal yang tidak diinginkan yang mungkin dilakukan suami model Indonesia itu. “Kami khawatir pihak suaminya sudah menyusun langkah-langkah,” kata dia.

Berdasarkan instruksi Kedubes AS, begitu meninggalkan hotel, Manohara langsung dibawa ke Bandar Udara Internasional Changi. “Jangan ke mana-mana dulu, ke luar hotel langsung ke Bandara,” kata Fahmi mengutip perintah Kedubes AS.

Kepulangan Manohara pun menggunakan taktik yang disusun pihak AS, KBRI, dan kepolisian Singapura. Keberangkatan dari terminal dua berubah ke terminal tujuh.

Meskipun Fahmi tidak melihat siksaan fisik, namun ia mengatakan yakin Manohara tersiksa. “Karena sebelumnya ia diinterogasi kepolisian Singapura, ia tidak mungkin bohong,” kata Fahmi.

sumber: kompas.com

Skandal Cinta Antasari vs Nasrudin

Thursday, May 7th, 2009

Nasruding Zulkarnaen Iskandar, direktur PT Putra Rajawali Banjaran  yang meninggal karena di tembak saat dalam perjalanan, saat ini menjadi topik yang cukup hangat. Dalam kasus meninggalnya Nasrudin diduga Antasari  Azhar, ketua KPK yang sudah dinonaktifan ikut dalam rencana pembunuhan tersebut. Bahkan Antasari di duga sebagai dalang rencana penembakan  antasari.

Setelah polisi  menangkap Heri Santosa, pengemudi Yamaha Scorpio itu di kawasan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Dari pengakuan Heri, kemudian nama para tersangka lainnya terungkap. Kombes Pol Wiliardi Wizar dan Komisaris PT Pers Indonesia Merdeka (PIM) kemudian juga ditangkap.

Sedang keterlibatan Antasari Ashar, di duga karena adanya perselingkuhan denganRani, istri ketiga Nasrudin. Rani di nikahi secara siri oleh Nasrudin pada tahun 2007. Pada bulan mei 2008 Antasari Ashar kepergok sedang berkencan dengan Rani di hotel Hotel Grand Mahakam. Kencan antara Antasari Rani berakhir dengan menginapnya di hotel tersebut di kamar 808. Kabarnya kamar 808 ini merupakan kamar yang hanya bisa diakses orang-orang khusus. Salah satu orang yang bisa mengakses kamar ini adalah Sigid Haryo Wibisono, yang kini sudah ditangkap polisi. Sigid meminjamkan kamar ini kepada Antasari. Namun, entah karena memang sudah membuntuti Rani atau memang sudah menyetting ‘kisah’ perselingkuhan itu, Nasrudin langsung dengan mudah bisa menangkap basah Antasari dan Rani di kamar itu. Antasari pun tidak berdaya dan tidak bisa berbuat banyak.

Atas kejadian tersebut kemudian Nasrudin memeras Antasari dengan meminta 1,2 milyar sebagai uang tutup mulut. Nasrudin mengancam akan membeberkan kisah tersebut kepada publik. Namun Antasari tidak mengabulkan permintaan Nasrudin, hingga akhirnya Nasrudin terus meneror Antasari. Akhirnya, Antasari pun curhat kepada Sigid Haryo Wibisono. Intinya, Nasrudin harus dihabisi, karena terus melakukan teror kepada Antasari dan keluarganya. Karena berteman dekat, Sigid pun menindaklanjuti curhat Antasari itu. Sigid kemudian meminta bantuan seorang berpolisi berpangkat kombes (kolonel) bernama Wiliardi Wizar. Lewat Jerry, orang dekat seorang konglomerat top, mantan Kapolres Jakarta Selatan itu pun kemudian mengorder pembunuhan terhadap Nasrudin.

Namun Antasari membantah keterlibatan atas pembunuhan Nasrudin juga perselingkuhannya Dengan Rani istri ketiga Nasrudin. apakah Antasari benar dalan dari pembunuhan Nasrudin karena faktor asmara segitiga? ataukah ada penyebab lain ayang jelas Antasari sekrang menjadi tersangka belum terdakwa benar ada atau tidaknya tunggu saja keputusan  hakim.

dikutip dari berbagai sumber


Kasus Manohara Odelia Pinot

Friday, May 1st, 2009

Kasus Manohara sudah menjadi konsumsi publik dalam beberapa hari ini. Hampir semua televisi swasta menyiarkan berita tentang kasus kekerasan Manohara atau kasus penculikan Manohara yang “kabarnya” dilakukan oleh Pangeran Kerajaan Kelantan. Terlepas dari benar atau tidaknya berita tentang kasus M
Profil Manohara Odelia Pinot :

* Nama Lengkap : Manohara Odelia Pinot
* Nama Panggilan : Manohara
* Tempat Lahir : Jakarta
* Tanggal Lahir : 28 Februari 1992
* Nama Ibu : Daisy Fajarina
* Nama Ayah : Reiner Pinot Noack
* Saudara : Dewi Sari Asih
* Keturunan : Indonesia – Perancis
* Profesi : Model
* Suami : Tengku Muhammad Fakhry
* Tempat Tinggal : Istana Kelantan Malaysia
* Mertua : Raja Kelantan Mala
Manohara Pinot adalah putri kedua dari pasangan Daisy Fajarina, wanita keturunan bangsawan bugis dan Reiner Pinot Noack, pria berkebangsaan Perancis. Pernikahan Daisy dan Pinot berakhir dengan perceraian yang meninggalkan dua orang putri, Dewi Sari Asih dan Manohara Odelia Pinot.

Impian Manohara Terjun di Akting Pun Kandas.

Keinginan Manohara Odelia Pinot, untuk berkarier di dunia akting rupanya belum menjadi kenyataan. Padahal, saat berada di Indonesia, Manohara berniat menjajaki panggung akting.

Radytia Argoebie, sahabat karib Manohara, mengutarakan keinginan itu sangat kuat lantaran ia ingin melepaskan bayang-bayang suaminya, yang kerap bertindak kasar kepadanya.

“Hal itu diutarakannya sewaktu dia kabur ke Indonesia. Saat itu, dia (Manohara) sempat bilang ke ibunya, ingin berusaha untuk mencari kerja. Salah satunya main sinetron dan film. Dia sendiri lagi belajar akting,” katanya.

Namun, siapa sangka bujukan suaminya, Pangeran Tengku Muhammad Fakhry, putra bungsu Raja Kelantan Malaysia, yang ingin berdamai dengan mengajaknya berumroh membuyarkan keinginannya.  “Ada niatan dari suaminya untuk berubah dan mengajak dia dan keluarganya untuk umroh. Niatan itu disambut Manohara. Tapi ternyata dia punya rencana lain,” katanya.

Radytia Argoebie adalah salah satu kerabat Manohara. Dialah yang ikut menemani saat Manohara dan keluarganya pertama kali diundang pihak Kerajaan Kelantan.  “Pada 19 Agustus tahun lalu, keluarga Manohara diundang ke Istana Kelantan, karena Ibu Raja ingin ketemu. Setelah melihat Manohara, Ibu Raja terpesona dengan kecantikan Manohara, dan meminta untuk segera menikahkan anaknya,” cerita Radytia.

Ibunda Manohara,  Daisy Fajarina, lanjut Radytia sempat menolaknya karena usia Manohara masih 16 tahun. Namun desakan kuat pihak kerajaan membuat pihaknya tak bisa berbuat banyak. Pihak kerajaan lantas meminta agar proses akad nikah dilangsungkan sepekan kemudian.

Karena saling mencintai, Manohara akhirnya menyepakati keinginan pihak keluarga yang  memilih akad nikah digelar tanggal 26  Agustus. Sementara resepsi dilangsungkan  setelah lebaran 2008 di Istana Kelantan.  “Pihak kerajaan sempat berjanji akan mengurus pernikahan secara resmi setelah resepsi digelar,” katanya.

Namun, sepekan setelah menikah impian Manohara buyar. Sikap suaminya mulai berubah.  “Manohara sering curhat sama saya. Selama PDKT (pendekatan), menunjukkan sikap yang baik, tapi setelah menikah justru berubah kasar. Satu minggu setelah resepsi. Di depan orang tuanya Manohara, dia sudah berani bersikap kasar. Kalau perlakukan secara fisik,  saya enggak tahu,” katanya.

Diakui Radytia, sejak kabar “penculikan” itu, ia sendiri telah kehilangan  kontak dengan Manohara. Bahkan, Manohara sudah tak bisa dihubungi meski lewat situs jejaring pertemanan, facebook. “Bener-bener hilang kontak,” katanya.

Kasus Manohara harus Dibuktikan

Kasus penculikan serta kekerasan yang dialami oleh model asal Indonesia Manohara Odelia Pinot yang akrab disapa Manohara, kini semakin memanas. Terlebih saat sang ibunda, Daisy Fajarina mengadukan kasus ini kepada Komnas HAM. Aktivis perempuan Lies Marcos, malah mengatakan kasus yang dialami oleh Manohara harus ditelusuri dulu kebenarannya.

Menurutnya, kasus ini sendiri belum jelas kebenarannya. Jadi harus dicari tahu dulu, apakah benar Manohara diculik, disekap serta disiksa seperti yang gencar diberitakan. Karena dari yang ia amati, sepertinya Manohara sendiri tidak memperlihatkan seperti seorang yang mengalami tekanan. Terlebih belum lama, Manohara mengadakan acara untuk memperkenalkan dirinya kepada Istri-istri Wakil rakyat Malaysia, baru-baru ini.

“Saya sendiri belum bisa berkomentar banyak, karena kasus ini masih simpang siur. Kalaupun memang benar terjadi kita tunggu saja bagaimana hukum yang berlaku di Malaysia, karena keduanya berdomisili disana”, ujar Lies kepada Mediaindonesia.com, Minggu (26/4).

Lebih lanjut ia berujar, lambannya pemerintahan kita untuk merespon kasus ini, seakan memberi kesan pemerintahan kita acuh. Meskipun kasus ini belum sampai kepada tahap diskriminasi, namun ia menyayangkan ini harus kembali lagi dialami oleh seorang warga Indonesia, dan sepertinya membuat hubungan dengan Malaysia harus kembali terusik.

“Saya tidak tahu bagaimana proses hukum di Malaysia, tapi pastilah tidak akan jauh berbeda dengan hukum Indonesia. Biarkan pemerintahan mereka yang menyelesaikan kasus ini. Tapi tetap dipantau oleh Departemen Luar Negeri kita yang berada disana”, harapannya.

Terlepas dari kasus KDRT, menurutnya, atas dasar Human Rights, siapapun tidak boleh memutuskan sebuah hubungan kekeluargaan. Meskipun terdapat perbedaan seperti agama, ideologi,ras, suku dan bangsa.

“Prinsip HAM sendiri sudah jelas bahwa yang atas dasar apapun, seorang anak tidak bisa dipisahkan oleh siapapun, apalagi dipisahkan dari ibu kandungnya”, tuturnya.

Terungkapnya kasus ini sendiri berawal dari pengaduan sang ibunda kepada Komnas HAM yang mengatakan bahwa ia kehilangan kontak dengan Manohara, setelah menerima pengaduan dari orang dalam istana mengenai KDRT yang dialami model blasteran Bugis-Perancis itu. Perkawinan Manohara dengan Tengku Muhammad Fakhry, salah seorang anggota keluarga Kerajaan Kelantan yang dilaksanakan 26 Agustus 2008 itu, diakui Deasy, tidak pernah bahagia setelah dua bulan menikah.

Meutia Hatta: Kasus Manohara Juga Kesalahan Orangtua

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta menilai, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa Manohara Odelia Pinot oleh suaminya Pangeran Negara Bagian Kelantan, Malaysia, Tengku Muhammad Fakhri, tak lepas dari kesalahan orangtua.

“Orangtua sudah seharusnya menjaga anaknya, kalau di bawah umur jangan (dinikahkan -red), apa lagi mereka kan bukan dari desa, tapi orang terpelajar,” kata Meutia menjawab wartawan di Jakarta, Jumat.

Saat ini, lanjut dia, kasus ini sedang dalam proses di kepolisian dan sedang mempertimbangkan sejumlah hal seperti bagaimana pembuktian Manohara disiksa, ketentuan hukumnya, serta tingkat kesulitan dalam mengatasi masalah itu sehubungan dengan status Manohara yang masih istri sah pangeran Kelantan.

Meutia mengimbau agar pers jangan terlalu terpengaruh pada kasus Manohara saja karena banyak sekali kasus Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di Malaysia yang disiksa majikannya atau terpaksa tertangkap aparat karena masuk dengan ilegal.

“Ibu Daisy (ibu dari Manohara -red) beruntung bisa bertemu pers, tetapi bagaimana dengan wanita-wanita lainnya. Pers harus mencari tahu tentang itu,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan perempuan di negara lain harus diselesaikan tidak hanya oleh satu instansi pemerintah, tetapi juga bersama dengan Departemen lainnya seperti Depnaker atau Deplu.

Kasus Manohara Bisa Diselesaikan dengan Dua Opsi

Kasus Manohara Odelia Pinot yang diduga diculik dan dianiaya suaminya, Tengku Temenggong Muhammad Fakhry, membuat Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin angkat bicara.

Din yang telah menerima kedatangan ibunda Manohara, Daisy Fajarina, berusaha memberikan solusi. Dia menyarankan dua opsi.

“Jujur kita prihatin dan sedih. Opsi dari saya ada dua, melalui agama dan hukum,” papar Din yang ditemui di Jalan Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2009).

Pendekatan agama, dia menjelaskan bahwa dalam agama harus ada damai, musyawarah, kekeluargaan, dan perantara tanpa hukum. Pendekatan secara kekeluargaan ini semacam mediasi dan bisa dilakukan dua hingga lima kali.

“Kalau dilakukan cuma sekali tidak cukup. Harus didukung juga dengan penghentian pemberitaan besar-besaran di media massa,” bebernya.

Pendekatan kedua, melalui jalur hukum. Cara ini harus diproses cepat dan kepada pihak berwenang. Dalam hal ini kepolisian, pemerintah, dan Departemen Luar Negeri.

“Semua institusi itu berkaitan karena ini membicarakan dua negara. Harus diselesaikan secara hukum kalau ada WNI menikah dengan orang asing dan mendapat perlakukan tidak baik. Jika terjadi kekerasan, pemerintah wajib melindungi WNI. WNI secara de facto wajib mendapat perlindungan,” urainya.

Mengenai jalur hukum ini, Din sudah mengupayakan menelepon kawannya yang berada di Dirjen Departemen Luar Negeri.

“Kata kawan saya itu, Deplu di Kuala Lumpur telah mengirim surat kepada Kesultanan Kelantan untuk diberi akses karena ini sudah bicara wilayah rumah tangga. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” jelasnya.

Din mengingatkan bahwa dari dua opsi itu harus dipilih salah satu. Tidak bisa dua-duanya dijalankan berbarengan.

“Kalau dipilih yang opsi pertama, masalah hukum harus dihentikan,” sarannya.

dikutip dari berbagai sumber

Christina Applegate named ‘Most Beautiful’

Friday, May 1st, 2009

She has an “angel” of a boyfriend, Dutch bass player Martyn Lenoble, “who loves me from head to toe.” She has a cozy Malibu beach house that she calls “the best thing I’ve ever done for myself.” And, after a very public battle with breast cancer that has given her a gratifying “feeling of purpose,” Christina Applegate has a new lease on life.

“I used to be really shy but I started to come into my own in my late 20s and early 30s,” Applegate, 37, tells PEOPLE in the cover interview for the annual Most Beautiful issue — her first interview since her reconstructive breast surgery last November. “Now I’m not afraid to speak up in a room full of people and be a part of the conversation.”

The Samantha Who? star says she’s finding balance and embracing her body after undergoing a double mastectomy in July.

“You have to get through the physical transformations then buck up, go to work and try to be the normal, happy Christina for everyone around you,” she says.

One source of strength has been Lenoble. “He’s been a friend for about 13 years,” Applegate says. “Our relationship gets stronger and stronger. I’m really lucky.”

And, more importantly, he makes the actress feel “beautiful” about her new body.

“I’m very grateful to Martyn for coming along at a time that he did because he’s been my rock through all of this,” Applegate says. “He gave me something to really want to live for and something to smile about.”















images

Powered by  MyPagerank.Net